Pada Jokpin di Malam Natal

Rinduku yang penuh pecah sebelum tumpah di bibirmu
Jika nanti yang tersisa adalah air mata yang terbit bisu
Maka bajumu yang tak berkancing adalah kebahagianku

Napasmu adalah nasib jutaan manusia yang tak seberuntung aku
Selalu kurasakan demikian ketika kau pulang diantara kedua selangkangaku
Benarkah kelompokmu selalu menggendong cita-cita itu?

Kamerad yang sibuk memperjuangkan nasib yang keliru
Kini aku tahu alasanmu memadamkan lampu
Biar kau dapat menyiksaku dengan sileut tajam wajahmu**

**Terinspirasi oleh puisi-puisi Joko Pinurbo yang terbit di Kompas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s